Ternate, Maluku, 4 Jumadil Akhir 1434/14 April 2013 (MINA) – Sultan Ternate, Maluku, Muddafar Sjah menyampaikan fatwa kepada seluruh rakyat Kesultanan Ternate dan seluruh rakyat beragama Islam Ternate untuk mulai menggunakan Dinar dan Dirham terutama dalam membayar zakat, mas kawin dan simpanan, seperti yang disampaikan Effendy Jabir Sjah, koresponden Mi’raj News Agency (MINA) di Ternate, Sabtu, (13/4). Fatwa Sultan (Idin Kolano, arti fatwa dalam bahasa Ternate) disampaikan melalui lisan pada 5 April 2012 setahun yang lalu namun pada waktu itu sebatas untuk zakat saja. Fatwa tersebut kembali ditegaskan penggunaannya pada 31 Maret 2013 supaya diamalkan dalam hal zakat, mas kawin dan simpanan. Berikutnya Dinar dan Dirham akan diberlakukan di pasar khusus Legu Gam (pesta rakyat) Kesultanan Ternate yang digelar tiap Maret / April setiap tahunnya. Dinar dan Dirham Kesultanan Ternate didapat dari Percetakan Dinar Islam Dunia. Dinar Kesultanan Ternate dijamin oleh Pertubuh...
Barbek atau barang bekas kalau di daerah saya namanya rongsok, yang merupakan barang yang sudah tidak digunakan lagi oleh kebanyakan masyarakat dan cendrung dibuang ke tempat sampah. Tapi bagi sebagian orang barang bekas yang kotor ini bisa dijadikan peluang usaha yang sangat menjanjikan, oleh karena itu saya mencoba membuat materi peluang bisnis barang rongsokan dan mengungkap sukses bandar barbek (barang bekas) . Secara sengaja saya bertanya semacam wawancara kepada teman di tempat kerja yaitu sodara Yani. Teman saya yang satu ini sebelum menjadi teman sepekerjaan dengan saya pernah terjun di usaha rongsok bahkan sampai saat ini masih dijalani sebagai sampingan pekerjaan yang dikelola oleh istrinya, dan saat ini dia menjadi seorang Bandar Rongsok atau Barbek. Dia sangat terobsesi dengan usaha rongsoknya, karena dia menjalani usaha ini dimulai dari nol. Dia mengawali usaha rongsoknya dari nol, dari tidak memiliki apa-apa dia mungut rongsok dari satu tempat sampah ...
Oleh: Urip Santoso Ilustrasi Keluarga A: mempunyai penghasilan enam juta rupiah per bulan, dan mempunyai tiga anak yang masih kecil-kecil. Uang sebanyak itu habis tak tersisa di akhir bulan. Jadi, mereka tidak mempunyai tabungan sama sekali. Mereka sangat heran, kok bisa habis, padahal mereka tidak belanja yang aneh-aneh. Keluarga B: juga mempunyai penghasilan enam juta rupiah per bulan dan mempunyai tiga anak yang masih kecil-kecil. Keluarga ini lebih parah. Baru lima belas hari sudah habis tanpa sisa. Lalu? Ya, terpaksa mereka cari hutang kesana kemari. Mereka setiap bulan gali lubang tutup lubang, dan akhirnya lebih banyak lubangnya daripada yang tertutup alias dililit utang. Pusing tujuh keliling. Keluarga C: juga mempunyai penghasilan enam juta rupiah per bulan, dan mempunyai tiga anak yang masih kecil-kecil. Ajaibnya, keluarga ini masih mampu menabung enam ratus ribu rupiah per bulan. Lebih ajaib lagi, anak-anaknya sehat wal afiat. Tampil...
Komentar
Posting Komentar